Selamat Datang di Website Resmi RSUD Tanjung Uban


  Contact : 0771-482655 - IGD 0771-82118

Tingkatkan Pelayanan RSUD Terima Tambahan 36 Orang CPNS

IMG_7875

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Uban menerima tambahan 36 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang terdiri dari dokter umum, dokter gigi, penunjang tenaga medis dan staf managemen. Penambahan personel ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai user dari pelayanan RSUD Tanjung Uban.

Penambahan tersebut berlangsung sejak pertengahan tahun 2015 lalu yang terdiri dari 3 dokter umum, 1 dokter gigi dan selebihnya bertugas sebagai penunjang kegiatan medis. Dengan penambahan itu maka komposisi ideal untuk unit rawat inap maupun rawat jalan dapat terpenuhi.

Kepala Bidang Keperawatan RSUD Tanjung Uban, dr. Iswandi  mengatakan,  dengan adanya penambahan tenaga perawat pada pelayanan RSUD Tanjung diharapkan dapat semakin baik, terutama di bidang keperawatan karena dengan penambahan maka jumlah perawat yang di rawat inap, maupun rawat jalan dapat terpenuhi sehingga pelayanan dapat berjalan dengan baik.

“Khusus untuk Perawat yang baru bertugas masih dilakukan orientasi pada ruang perawatan jadi dalam 6 bulan diawal masa tugas mereka yaitu pada Mei sampai Desember perawat ditempatkan pada ruangan rawat inap dengan berindah-pindah agar diharapkan mereka dapat menangani berbagai kasus penyakit,” kata dr. Iswandi.

Menurut Iswandi, sejak Januari 2016 lalu seluruh perawat baru tersebut telah ditentukan tempat tugas permanennya sesuai dengan kualifikasi dan penilaian dari Komite Keperawatan.

“Untuk saat ini bila dilihat dari BOR RSUD Tanjung uban jumlah tenaga medis sudah cukup tetapi apabila dihitung berdasarkan jumlah jadwal shift maka masih ada kekurangan tenaga medis di beberapa ruangan terutama ruangan rawat inap,” jelas dr. Iswandi.

Sementara itu Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Tanjung Uban dr. Pirgok mengatakan, untuk tenaga non medis, misalnya bagian penunjang medis jumlah penambahan tenaga sangat membantu dalam menjalankan tugas diluar bidang pelayanan medik, seperti apotik dan managemen.

“Penambahan untuk dokter umum dengan adanya penambahan 3 orang dokter umum maka sudah ada pemisahan dokter jaga rawat inap dan dokter IGD,” kata dr. Pirgok.

Walaupun demikian, menurut dr. Pirgok, kendala yang dihadapi saat ini ialah jumlah sumber daya manusia (SDM) yang bertugas di RSUD saat inimasih tergolong cukup, namun memerlukan tenaga cadagangan sehingga jika ada staft yang berhalangan hadir tidak mengganggu jadwal secara keseluruhan.

“saat ini jumlahnya cukup, pas sekali. Maka apabila ada staf yang berhalangan karena dinas luar, sakit, dll maka dalam pelayanan juga masih kurang tetapi diusahakan agar pelayanan tetap maksimal akan dicarikan solusinya secara insidentil,” kata dr.Pirgok.