Selamat Datang di Website Resmi RSUD Tanjung Uban


  Contact : 0771-482655 - IGD 0771-82118

All posts by rsud

Blood sample with HIV negative

Cara Mudah Mendeteksi Gejala HIV

Human immunodeficiency virus (HIV) adalah penyakit yang menyebabkan gangguan sistem imun sehingga penderitanya rentan terkena berbagai infeksi. Deteksi dini penyakit ini diperlukan untuk mencegah terjangkitnya seseorang dengan infeksi yang membahayakan nyawa. Lalu, bagaimana cara mudah untuk mendeteksi gejala HIV sejak dini ?

1. Kenali faktor risiko HIV

Mendeteksi HIV dimulai dengan mendeteksi adanya faktor risiko yang dimiliki seseorang. Seseorang patut waspada dirinya terkena infeksi HIV, jika dirinya memiliki berbagai faktor risiko HIV.

Faktor-faktor risiko HIV, antara lain: berhubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan, menggunakan jarum suntik secara tidak steril (yang biasanya sering terjadi pada penggunaan obat suntik/intravenous drug user), dan terlahir dari ibu yang positif menderita HIV. Jadi, jika seseorang memiliki berbagai faktor risiko tersebut, maka dirinya patut waspada akan infeksi HIV.

2. Kenali gejala awal HIV

Gejala awal HIV meliputi demam tanpa sebab yang jelas, badan terasa lemas, nyeri tenggorokan, dan penurunan berat badan. Orang yang terinfeksi HIV juga dapat mengalami pembengkakan pada berbagai kelenjar, seperti daerah leher atau selangkangan.

Biasanya gejala awal akan muncul setelah 2–6 minggu terinfeksi virus HIV. Karena mirip dengan flu biasa, banyak penderita tak menyadari bahwa dirinya terinfeksi HIV. Oleh sebab itu, orang dengan faktor risiko HIV sebaiknya tidak meremehkan jika terkena flu, apalagi jika berkepanjangan.

3. Waspada infeksi membandel

Apakah Anda memiliki infeksi membandel yang sulit ditangani? Infeksi adalah tanda awal dari infeksi HIV. Infeksi yang terjadi dapat bervariasi, mulai dari infeksi paru sampai infeksi saluran pencernaan.

  • Infeksi tuberkulosis. Pasien HIV dapat mengeluhkan batuk, keringat malam, dan sesak napas. Hal ini menunjukkan adanya infeksi saluran pernafasan yang dapat disebabkan oleh kuman tuberkulosis. Jika tidak ditangani dengan baik, maka seseorang dengan tuberkulosis akan mengalami kerusakan paru lebih lanjut.
  • Infeksi jamur. Timbulnya jamur pada daerah mulut merupakan salah satu gejala klinis dari HIV. Gejalanya berupa plak keputihan pada rongga mulut dan menempel ke lidah.
  • Diare. Diare juga merupakan keluhan yang sering dialami penderita HIV. Diare yang terjadi biasanya bersifat kronis dan sulit disembuhkan. Terdapat banyak kemungkinan penyebab diare pada pasien HIV, seperti infeksi bakteri, virus, atau parasit.
  • Infeksi menular seksual. Salah satu metode penularan HIV adalah melalui hubungan seksual. Karena itu, infeksi menular seksual sering kali terjadi bersamaan dengan infeksi HIV. Jenis-jenis infeksi menular seksual ini meliputi  infeksi oleh kuman gonore, sifilis, atau kutil kelamin.

4. Voluntary counseling and testing

Voluntary counseling and testing (VCT) adalah metode diagnosis HIV dimana seseorang melakukan konseling dan pemeriksaan secara sukarela. Pada program ini, pemeriksaan HIV didahului oleh konseling sebelum pemeriksaan, serta diikuti oleh konseling setelah pemeriksaan dilakukan.

Jika seseorang memiliki faktor risiko terinfeksi HIV, dan ditunjang dengan berbagai gejala yang khas, maka pemeriksaan HIV dianjurkan. Hal ini guna mendeteksi dini terjadinya infeksi HIV dan mencegah penularan HIV lebih lanjut.

Dengan melakukan berbagai langkah di atas, gejala HIV dapat dideteksi pada fase awal infeksinya dan penularannya pun dapat dicegah. Jadi, jangan takut untuk memeriksakan diri Anda guna masa depan yang lebih cerah.

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3410063/cara-mudah-mendeteksi-gejala-hiv

 

Read More
_MG_2040

Selain Awet Muda, Ini 5 Manfaat Tertawa bagi Kesehatan

Tertawa mungkin menjadi salah satu ekspresi kegembiraan yang muncul dari setiap orang. Selain dapat membuat orang lebih awet muda, tertawa menjadi salah satu obat terbaik untuk semuanya, baik itu secara fisik maupun mental.

Dilansir dari Step to Health, Selasa (3/4/2018), tertawa rupanya dapat memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Berikut adalah lima manfaat dari tertawa yang mungkin tidak Anda sadari.

1. Memperkuat sistem imun

Suasana hati yang bahagia dapat membuat Anda menjadi lebih sehat. Tertawa dapat menurunkan hormon stres, meningkatkan sirkulasi darah dan konsumsi oksigen.

Dengan melepaskan energi negatif, tertawa dapat memperkuat sistem imun dalam tubuh. Tak hanya itu, tertawa dapat membuat tubuh melawan bakteri dan infeksi saluran pernapasan.

2. Mengoptimalkan fungsi organ

Tak hanya menjaga kesehatan mental, tertawa rupanya membuat sistem organ dalam tubuh bekerja dengan optimal, seperti jantung, otak, dan paru-paru. Tertawa menjadi salah satu penanganan terbaik pada mereka yang mengalami penyakit jantung.

Selain itu, tertawa dapat membuat tekanan darah Anda menjadi normal dan meningkatkan aktivitas aerobik.

3. Meningkatkan daya ingat

Tertawa diyakini dapat membuat kinerja otak menjadi lebih optimal. Hal ini karena tertawa dapat mengurangi hormon kortisol atau hormon penyebab stres pada tubuh. Hasilnya, daya ingat Anda pun akan menjadi lebih kuat.

Ketika tertawa, hormon endorfin dan dopamin pada tubuh pun meningkat sehingga otak Anda akan merasa lebih nyaman. Tak hanya itu, tertawa akan membuat tubuh Anda mengalami relaksasi seperti sedang melakukan meditasi.

4. Melepaskan ketegangan otot

Tertawa memiliki keterkaitan langsung dengan peregangan otot di tubuh Anda. Menariknya, efek relaksasi yang Anda rasakan bukan hanya pada otot wajah saja, melainkan seluruh tubuh.

Selain itu, tertawa dapat melepaskan hormon yang membuat Anda menjadi lebih senang. Oleh sebab itu, jika ingin menghilangkan ketegangan baik secara fisik dan mental, sebaiknya tertawalah.

5. Membuat Anda menjadi lebih positif

Banyak orang menghadapi depresi, kesedihan, dan kecemasan setiap harinya. Hal ini kerap membuat Anda merasa kesulitan dalam menghadapinya. Namun demikian, tertawa rupanya menjadi salah satu obat terbaik. Hal ini karena dengan tertawa, Anda akan lebih optimis dan percaya diri dalam menjalani hidup.

http://www.liputan6.com/health/read/3423970/selain-awet-muda-ini-5-manfaat-tertawa-bagi-kesehatan

Read More
DONOR DARAH

DONOR DARAH

Mari ikut ramaikan Donor Darah dalam Rangka Hari Jadi PPNI RSUD Tanjung Uban

Adapun acara yang akan diselenggarakan pada :

Hari        : Rabu 21 Maret 2018

Pukul     : 09.00 s/d Selesai

Tempat : Ruang UTD ( Unit Transfusi Darah ) RSUD Tanjung Uban

Serta ikuti juga Senam Sehat bersama pada jam 07.30 wib di RSUD Tanjung Uban

 

CP / WA

Aci       0813 6732 3598

Zulfit   0812 6603 3353

Mia      08131 7226 6851

 

Read More
_MG_1537

Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijah 1439 H

Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijah 1439 H RSUD Tanjung Uban kembali melakukan Penyembelihan hewan Kurban seperti Hari Raya Idul Adha sebelumnya. tahun ini RSUD Tanjung Uban menyembelih hewan kurban 1 ekor sapi dan 4 ekor kambing, dalam acara ini sebagai Ketua Panitia H. Pathurrahman, S.Kep memulai acara setelah selesai melakukan Sholat Ied sekitar jam 9 pagi, sampai dengan selesai.

Adapun yang menerima daging hewan kurban tersebut adalah sebagian karyawan RSUD dan orang yang kurang mampu disekitaran RSUD Tanjung Uban

_MG_1527

Read More
_MG_1463

Peringatan Hari Anak Nasional

Dalam Rangka Peringatan Hasi Anak Nasional 23 Juli 2017 dan Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-72 tahun, Tim PKRS RSUD Tanjung Uban mengadakan acara edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut yang bertema : ” ANAK SEHAT ANAK YANG MERDEKA DARI SAKIT GIGI ”

Dalam acara ini diundang perwakilan dari 5 TK yang berada dikawasan Seri Kuala Lobam yang terdiri dari :

  1. TK.
  2. TK.
  3. TK.
  4. TK.
  5. TK

Dengan jumlah keseluruhan 90 orang Siswa/siswi TK, Edukasi kesehatan Gigi dan Mulut dibawakan dengan ‘Mini Drama’ yang diperankan oleh badut Mickey-Minnie Mouse dan Dokter Gigi. diakhir acara dokter melakukan pemeriksaan gigi gratis kepada anak TK.

_MG_1423

IMG_20170829_104153

Read More
Kejang-Kram-Otot-1-681x681

Tujuh Hal yang Harus Dilakukan Ketika Kejang ‘Serang’ Anda

Kejang otot bisa ‘menyerang’ siapa saja, dan alasannya bisa saja karena Anda melakukan diet yang buruk untuk tubuh Anda. Solusinya yaitu, Anda harus mempertimbangkan perubahan dalam diet, asupan cairan, perubahan pola latihan atau meningkatkan postur tubuh.

Kejang merupakan kontraksi ‘involunter’ dari otot-otot yang satu (atau lebih otot, red) dan dapat mempengaruhi leher, kaki, punggung atau perut. Mereka bisa menyebabkan banyak ketidaknyamanan kepada para penderitanya.

Otot akan mengencang lalu menyebabkan rasa sakit dan sangat menderita. Ini bisa terjadi kapan saja seperti kejang di betis. Sementara, saat kita sedang tidur menyebabkan kita untuk bangun kesakitan, atau ‘tarikan’ mendadak yang kita rasakan ketika kita bangun pertama kali di pagi hari.

Sangat ideal untuk menghindari melakukan gerakan tiba-tiba agar tidak terpengaruh oleh kejang otot tersebut. Tidak ada pengobatan seperti itu. Namun, dilansir dalam laman Boldsky, berikut solusi cepat serta tepat untuk menyingkirkan rasa sakit dan penderitaan. Ini tujuh hal yang bisa dilakukan setiap kali kejang Anda timbul, yaitu:

Latihan yang tepat
Selalu melakukan latihan pemanasan sebelum memulai latihan dan pendinginan sebelum menyelesaikan sesi latihan. Tiba-tiba Anda ‘terjun’ ke dalam latihan dan tiba-tiba berhenti, dapat menyebabkan peradangan dan nyeri otot, yang menyebabkan kejang mendadak. Berjalan tegak dengan postur yang baik dan juga duduk tegak tanpa membungkuk saat bekerja di meja. Semua kiat ini membuat otot lebih kuat.

Minum air
Dehidrasi juga dapat menyebabkan kejang dan kram. Sehingga sangat bijaksana untuk minum banyak air mineral, terutama jika Anda berolahraga sangat keras. Minuman ‘elektrolit’, natrium dan kalium, juga akan mengisi kembali nutrisi yang hilang pasca latihan.

Beristirahat
Kejang selalu meninggalkan sejumlah nyeri, sehingga yang terbaik adalah untuk mengistirahatkan otot selama beberapa hari ketika Anda terkena nyeri kejang. Otot yang tegang harus diberikan istirahat yang cukup untuk menyembuhkan sekaligus mendapatkan kembali bentuknya.

Di saat yang sama, terus bergerak secara perlahan dan lembut, agar tidak timbul kekakuan pada tubuh. Peregangan tidak harus untuk dilakukan, karena akan memperparah kondisi Anda nantinya.

Fermentasi air hangat
Air hangat membantu otot-otot Anda menjadi rileks. Sebuah bantal pemanas atau botol air panas atau tas dapat digunakan untuk memijat di area yang terkena kejang. Hal ini dapat dilakukan beberapa kali dalam sehari segera setelah Anda mendapatkan kejang. Ini memberikan rasa lega serta nyaman dari rasa sakit. Air hangat dapat digunakan jika diikuti oleh aktivitas yang lain.

Kompres dingin
Menempatkan kantong es atau batu es yang dibungkus dengan kain dapat mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Jika Anda akan beristirahat untuk sementara waktu, kemudian terapkan kompres es akan menjadi ide yang baik.

Makan yang sehat
Mengasup makanan bergizi baik membuat banyak penyakit menjauh. Banyak kejang perut bisa disingkirkan dengan melakukan diet dengan memasukkan menu sayuran berdaun hijau, sayuran segar, buah-buahan musiman, pisang, beras merah, biji rami, gandum dan banyak makanan kaya mineral lainnya. Beberapa makanan alami mampu meringankan kejang pada umumnya.

Periksa obat Anda
Kadang-kadang, efek samping yang umum dari banyak obat resep dapat menyebabkan kram otot dan kejang. Jika Anda mulai mengambil obat baru dan kejang terjadi segera setelah itu, berjaga-jaga untuk melihat apakah itu adalah dampak dari obat yang Anda konsumsi.

Sumber : http://www.aktual.com/tujuh-hal-harus-dilakukan-ketika-kejang-serang/

Read More
bersepeda

Kebiasaan Bersepeda Ternyata Bisa Kurangi Resiko Terkena Diabetes

Sebuah penelitian yang dilakukan sebuah Universitas di Denmark menemukan bahwa kegiatan bersepeda bisa membantu mencegah penyakit diabetes tipe 2.

Dalam hasil studi yang disiarkan di Jurnal PLOS Medicine itu, dituliskan, bersepeda, baik untuk alat transportasi ke tempat kerja atau sebagai kegiatan rekreasi, kemungkinan bisa membantu mencegah diabetes tipe 2.

Untuk mendapatkan hasil itu, Martin Rasmussen dari University of Southern Denmark dan rekannya merekrut 24.623 lelaki dan 27.890 perempuan berusia kisaran 50-65 tahun di Denmark.

Penelitian berlangsung selama lima tahun. Dari situ didapatkan pengaruh antara kebiasaan bersepeda dengan penyakit diabetes yang diukur di Danish National Diabetes Registry. Para peserta yang bersepeda lebih kecil kemungkinan terserang diabetes tipe 2. Resiko terserang penyakit tersebut semakin berkurang saat peserta menghabiskan waktu lebih banyak bersepeda di akhir pekan.

“Hasil memperlihatkan orang yang memiliki kebiasaan bersepeda selama masa itu menghadapi kemungkinan 20 persen lebih kecil untuk terserang diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang tidak bersepeda,” tulis hasil penelitian, dilansir dari Xinhua, Rabu (13/7).

Rasmussen mengatakan, temuan ini mungkin jadi kabar yang menarik bagi masyarakat yang hanya punya sedikit waktu untuk terlibat dalam kegiatan fisik dengan menjadikan bersepeda sebagai solusinya. “Karena bersepeda dapat dimasukkan ke dalam kegiatan setiap hari,” ucap dia.

Di dalam satu artikel yang menyertai studi itu, Jenna Panter dan David Ogilvie dari University of Cambridge menyerukan kegiatan kesehatan masyarakat untuk mendukung campur tangan penilaian yang dirancang untuk meningkatkan kebiasaan kegiatan fisik di dalam masyarakat.

“Masa depan pencegahan diabetes tampaknya tergantung atas pengesahan tindakan kesehatan masyarakat yang lebih ambisius, inovatif, dan radikal, dan bukan sekedar terus melakukan metoda ‘pencegahan lemah’ yang ada dengan intensitas yang lebih besar,” tulis kedua ilmuwan tersebut.

“Tak terelakkan bahwa sebagian strategi akan lebih berhasil dibandingkan dengan yang lain dan setiap ‘penyelesaian’ yang diberikan bisa menghasilkan masalah baru, tapi ini tak boleh dijadikan alasan untuk tidak berdiam diri.”

Sumber : http://www.aktual.com/kebiasaan-bersepeda-ternyata-bisa-kurangi-resiko-terkena-diabetes/

Read More
_MG_1345

Kunjungan Pansus & Banggar DPRD Prov. Kepulauan Riau

Pansus & Banggar DPRD Prov. Kepulauan Riau dalam kunjungan ke RSUD Tanjung Uban dalam rangka membahas tentang realisasi pendapatan 2016 & 2017. Pada kesempatan ini ketua Rombongan yang dipimpin Asmin Patros.SH, M.Hum memotivasi direksi & manajemen RSUD Tanjung Uban agar lebih teliti & memperbaiki sistem dalam hal penagihan sehingga pembayaran pihak ke III akan tepat waktu dan target pendapatan yang telah ditetapkan akan tercapai.

Sebelum pulang Tim Pansus juga berkesempatan meninjau lahan & persiapan RSUD Tanjung Uban dalam pembangunan Fisik Unit Pelayan Jiwa

_MG_1350

Tim Pansus meninjau Lokasi untuk Pembangunan Fisik Unit Pelayanan Jiwa

Read More
debat

Sidak Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau Komisi IV

Anggota DPRD PROVINSI KEPRI Komisi 4 ke RSUD Tanjung Uban
Ketua Teddy Jun Askara atau yang akrab di sapa TJA bersama rombongan langsung menuju ke RSUD Tanjung Uban melakukan sidak…
TJA pun langsung keliling bergegas menuju ke poli , untuk menanyakan ke pasien mengenai pelayanan RSUD…
Salah satu pasien menjelaskan untuk pelayanan di RSUD sangat bagus dan pelayanan nya pun cepat….
Direktur dan TJA pun merasa senang ,dan puas hasil jawaban pasien tersebut
Dengan hasil wawancara ini , TJA menghimbau ke pada direktur RSUD Agar memberikan pelayanan yang terbaik untuk pasien bukan hanya sekarang tapi seterusnya harus tetap di pertahankan.//red//

20374734_719088784960694_1535804113559408013_n

20293156_719088864960686_3048109191622441075_n

20374441_719088728294033_7279386460362756731_n

 

Read More
heW6KEMd5m

Perkembangan Bahasa Anak Dimulai Sejak dalam Kandungan

Sebuah studi menarik menunjukkan bahwa bayi yang terbiasa diajak biacara saat masih berada dalam kandungan ternyata dapat membedakan penggunaan suara dalam berbagai bahasa yang dipakai. Kemampuan tersebut bahkan sudah ada sejak janin berusia satu bulan.

Studi tersebut menunjukkan bahwa janin dapat mendengar berbagai hal, termasuk ceramah dengan suara diredam.

Detak jantung janin juga akan berubah ketika mendengar suara yang asing atau menggunakan bahasa berbeda baginya. Hal itu terbukti dari sebuah percobaan dimana detak jantung bayi berubah saat mendengar seseorang berbicara dalam bahasa Jepang, dan kembali normal setelah diajak bicara dengan bahasa Inggris.

“Studi ini menunjukkan bahwa perkembangan bahasa kemungkinan sudah dimulai sejak di uterus. Janin menyetel telinga mereka pada bahasa yang akan mereka terima bahkan sebelum mereka lahir, berdasarkan pada sinyal ceramah yang diberikan untuk mereka saat dalam uterus,” ujar pemimpin studi Utako Minai, asisten profesor dari University of Kansas.

“Sensitivitas pre-natal pada hal-hal berirama pada bahasa kemungkinan menjadi salah satu susunan pertama anak dalam perolehan bahasa,” tambah Minai.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal NeuroReport tersebut memeriksa 24 wanita yang rata-rata hamil delapan bulan. Minai meminta dua pembicara bahasa, yaitu Inggris dan Jepang, untuk merekam suara mereka. Kedua rekaman tersebut kemudian diperdengarkan pada janin.

Menurut Minai, lingkungan dalam kandung bersifat berisik karena beberapa hal seperti suara usus ibu, detak dan suara jantung ibu, dan suara-suara yang berasal dari luar tubuh ibu.

“Tanpa paparan suara, korteks audio tak akan mendapat cukup rangsangan untuk berkembang dengan baik. Studi ini memberikan bukti bahwa perkembangan tersebut berhubungan dengan bahasa,” ujar peneliti lain Kathleen Gustafson.

Sumber : http://rona.metrotvnews.com/kesehatan/5b2jd5vb-perkembangan-bahasa-anak-dimulai-sejak-dalam-kandungan

Read More