Selamat Datang di Website Resmi RSUD Tanjung Uban


  Contact : 0771-482655 - IGD 0771-82118

PERAWATAN MANDIRI ORANG TUA TERHADAP GIGI ANAK

Anak-anak merupakan golongan orang yang memiliki banyak permasalahan kesehatan. Dari mulai kesehatan gigi dan mulut hingga ke tubuh bagian dalam. Hal yang harus diingat, jangan pernah menyepelekan sekecil apapun yang berhubungan dengan kesehatan anak. Bisa jadi, hal yang asalnya kecil menjadi serius di kemudian hari.
Kesehatan gigi dan mulut anak serta permasalahannya juga jangan luput dari perhatian. Gigi susu yang sehat adalah awal dari pembentukan gigi permanen yang juga sehat. Oleh karena itu kita harus memberikan perawatan gigi susu agar gigi susu yang sehat dapat tercapai. Perawatan gigi susu yang dapat kita lakukan sebagai orang tua diantaranya diuraikan sebagai berikut.
• Perawatan terhadap gigi susu dapat dilakukan sedini mungkin, yaitu sejak keluarnya gigi susu. Pertama dapat dilakukan dengan sikat gigi bayi yang memiliki bulu halis dan kepala sikat kecil dengan bantuan dan pengawasan orang tua. Dilakukan dua kali sehari sesudah makan pagi dan malam sebelum tidur.
• Pemberian air putih setelah MPASI atau makan. Tujuannya untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel pada gigi yang beresiko menjadi sarang kuman dan merusak gigi.
• Hindari menggunakan botol susu sampai tertidur. Hal ini bias memicu kerusakan gigi (gigi berlubang atau susunan gigi menjadi jelek)
• Ganti botol susu dengan cangkir. Agar saat tumbuh gigi, botol tidak merusak pertumbuhan gigi baik dari segi susunan maupun bentuk gigi.
• Kontrol penggunaan empeng. Penggunaan empeng yang terbawa hingga anak agak besar bisa merusak susunan gigi baik gigi susu maupun gigi permanen dan juga bentuk mulut.
• Berikan balita Anda makanan yang bernutrisi baik agar gigi dan gusinya sehat. Makanan ini antara lain biji-bijian, sayur-sayuran dan buah-buahan dan hindari pemberian makanan yang terlalu banyak gula.
• Ajak anak Anda mengunjungi dokter gigi secara rutin. Anjuran ke dokter gigi memang 6 bulan sekali. Namun kondisi anak-anak cepat berubah dan dokter gigi yang akan menyesuaikan dan lebih memahami kapan kunjungan berikutnya diperlukan.